Rabu, 17 Februari 2016

CARA PENGISIAN TEAM TEACHING



CARA PENGISIAN TEAM TEACHING

Ada kalanya suatu sekolah menggunakan 2 orang guru mengampu satu mata pelajaran dalam proses pembelajaran yang real, namun pada saat pengisian pembelajaran operator bingung untuk memasukkan datanya.... untuk itu khusus untuk operator Dapodikmen ada baiknya membaca tulisan ini.......................
Dalam proses entri data pembelajaran akan ditemukan beberapa variasi pembagian tugas mengajar, oleh karena itu akan dijelaskan terlebih dahulu beberapa istilah yang akan ditemui pada jendela pembelajaran.

1. Bidang Studi / Mata pelajaran
Kolom bidang studi / mata pelajaran menampilkan daftar mata pelajaran yang sesuai dengan jenis kurikulum yang dipilih pada tab rombel. Data mata pelajaran ini berasal dari referensi, sehingga penamaannya tidak bisa dirubah. Apabila diperlukan pencarian mata pelajaran silahkan ketikkan minimal 4 karakter dari nama mata pelajaran tersebut, maka sistem akan mencarikan mata pelajaran yang dimaksud selama ada di dalam referensi
2. Bidang Studi Lokal / Mata Pelajaran lokal Kolom Bidang studi lokal/ mata pelajaran lokal menampilkan nama mata pelajaran yang secara default sama dengan Bidang studi / mata pelajaran. Namun pada kolom ini data masih bisa di edit, dimana dapat disesuaikan dengan nama mata pelajaran di sekolah masing masing. Contoh bidang studi yang dipilih adalah Melakukan Instalasi PC, namun di Sekolah tersebut dinamakan sebagai Merakit PC



 Gambar  Penamaan mata pelajaran lokal
3. Jam
Secara default isian Jam adalah 0, sekolah dapat mengisi data Jam sesuai dengan pembagian jam mengajar di masing masing sekolah. Isian data jam mengajar dibatasi oleh data max jam

4. PTK
Pada kolom PTK akan terdapat pilihan PTK yang mengajar di rombel tersebut, PTK yang dapat tampil adalah PTK yang pada jenis PTK (biodata) ditentukan sebagai Guru Mapel,

5. SK mengajar
Data SK mengajar merupakan acuan dokumen tentang pengisian data pembelajaran. Apabila terjadi kekurangan karakter saat proses pengentrian silahkan sesuaikan, sementara data SK mengajar dibatasi 20 karakter.

6. Tgl SK
Tgl SK mencatat kapan dokumen SK mengajar di tandatangani
 
7. Max jam
Data max jam berasal dari referensi mata pelajaran kurikulum yang disesuaikan dengan peraturan yang berlaku. Max jam merupakan maksimal Jam yang bisa diisi untuk mata pelajaran bersangkutan sesuai dengan yang termuat didalam Peraturan Mentri Pendidikan. Data max jam ditentukan oleh pusat sehingga tidak perlu di entri (hanya pada K 13).

Beberapa aturan pengisian data pembelajaran:
-        Untuk SMK ,pilihan agama akan dirinci sesuai dengan agama yang ada. Apabila pada suatu rombel kelas terdapat pelajaran agama tertentu yang mayoritas / homogen maka entri data pada pilihan agama tersebut. Seperti contoh berikut
-        Apabila pada suatu kelas rombel terdapat siswa dengan agama heterogen, namun saat pelaksanaan pembelajaran siswa dikelompokkan pada pelajaran agama tertentu atau siswa dibagi kelompok namun per kelompok masih dalam satu rombel kelas yang sama dan atau jadwal atau hari yang sama, maka tambahkan isian mata pelajaran agama yang bersesuaian. Seperti contoh


Gambar  Entri mapel untuk agama yang heterogen namun masih dalam rombel dan jadwal yang sama

-        Kondisi berikutnya, apabila pada kelas dengan agama yang heterogen kemudian saat proses pembelajaran beberapa siswa dengan agama tertentu dikelompokkan sehingga kelompok belajar tersebut berasal dari lintas rombel kelas, maka lakukan penambahan rombel dengan pilihan jenis rombel Pilihan 1 ( agama) dan pada pembelajaran tambahkan data pembelajaran agama tersebut berikut dengan guru yang mengajar.
-        Apabila terdapat mata pelajaran yang belum tampil pada daftar mata pelajaran dan / atau untuk penambahan jam pelajaran yang sesuai dengan struktur kurikulum di sekolah, maka dapat dilakukan penambahan data pembelajaran. Dengan menekan tombol tambah. Terdapat perbedaan tampilan penambahan alokasi jam antara kurikulum 2013 dengan kurikulum KTSP

Gambar Penambahan alokasi jam untuk KTSP

Gambar Alokasi jam untuk Kurikulum 2013
Dengan penjelasan istilah sebagai berikut
·        Ekstensi team teaching -> diperuntukkan bagi mata pelajaran produktif dimana dalam penyelanggaraannya memerlukan lebih dari 1 (satu) orang pengajar
·        Matpel bidang studi tambahan wajib / Matpel peminatan ( max 4 jam) -> penambahan jam mata pelajaran untuk jam mata pelajaran wajib yang kurang pada daftar mata pelajaran yang diberikan, namun tidak boleh lebih dari 4 jam
·        Matpel Bidang studi tambahan -> digunakan untuk menambahkan mata pelajaran diluar mata pelajaran wajib / pokok. Misal untuk mata pelajaran muatan lokal.
·        Matpel Peminatan -> apabila terdapat mata pelajaran produktif yang tidak terdapat / kurang pada daftar mapel maka tambahkan melalui tombol ini
·        Matpel lainnya -> untuk mata pelajaran yang tidak termasuk kategori di atas
Untuk mata pelajaran produktif di SMK ( kurikulum KTSP) mata pelajaran produktif diambil dari standar kompetensi utama pada halaman belakang ijasah, maka kemungkinan akan ada nama mata pelajaran yang tidak tampil pada pilihan mapel. Maka silahkan pilih standar kompetensi utama yang bersesuaian dengan mapel yang ada di sekolah. Kemudian apabila ada perbedaan nama mapel, isikan nama mapel produktif sekolah pada kolom nama bidang studi lokal


Cara Pengisian Untuk KTSP       
Untuk PTK Induk
1.       Klik Pada Rombongan Belajar,  Pilih Rombel,  klik pembelajaran
2.       Pilih Mata Bidang studi (tidak bisa dirobah), secara otomatis keluar Kode Mapel
3.       Isi Nama Bidang Studi Lokal (Sesuaikan dengan penamaan di sekolah )
4.        Isi Berturut turut PTK, SK Mengajar, Tgl SK, Jam, Max, Klik Simpan
Untuk PTK Team Teaching
1.       Klik Pada Rombongan Belajar, Pilih Rombel klik pembelajaran, Klik tambah



2.       Pilih Ekstensi Team teaching
3.       Klik Simpan dan Tutup
4.       Pilih Mata Bidang studi (tidak bisa dirobah), secara otomatis keluar Kode Mapel
5.       Isi Nama Bidang Studi Lokal (Sesuaikan dengan penamaan di sekolah )
6.        Isi Berturut turut PTK, SK Mengajar, Tgl SK, Jam, Max
7.       Klik Simpan
Cara Pengisian Untuk Kurikulum 2013
Untuk PTK Induk
1.       Klik Pada Rombongan Belajar
2.       Pilih Rombel klik pembelajaran
3.       Pilih Mata Bidang studi (tidak bisa dirobah), secara otomatis keluar Kode Mapel
4.       Isi Nama Bidang Studi Lokal (Sesuaikan dengan penamaan di sekolah )
5.        Isi Berturut turut PTK, SK Mengajar, Tgl SK, Jam, Max
6.       Klik Simpan
Untuk PTK Team Teaching
1.       Klik Pada Rombongan Belajar
2.       Pilih Rombel klik pembelajaran
3.       Klik tambah
 
4.       Pilih Ekstensi Team teaching
5.       Klik Simpan dan Tutup
6.       Pilih Mata Bidang studi (tidak bisa dirobah), secara otomatis keluar Kode Mapel
7.       Isi Nama Bidang Studi Lokal (Sesuaikan dengan penamaan di sekolah )
8.       Isi Berturut turut PTK, SK Mengajar, Tgl SK, Jam, Max
9.       Klik Simpan
     Dari kedua sistem kurikulum diatas,  download  hasil entrian pada beranda - profil sekolah cek pada shet PTK apakah kedua guru (induk dan team teaching ) sudah mengampu pelajaran tersebut.
Ingat!!!! Ekstensi team teaching hanya diperuntukkan bagi mata pelajaran produktif

Senin, 15 Februari 2016

STATUS NUPTK






Apakah Status NUPTK Anda Aktif ?

Buat rekan operator Dapodik, untuk menghilangkan keraguan apakah Status NUPTK dan mata pelajaran yang diampu sudah benar ayo kita telusuri.....

Beranda

Selamat Datang
Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan (PDSPK) adalah salah satu Unit Kerja di bawah Sekretariat Jenderal, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang bertanggung jawab dalam pengelolaan data dan statistik pendidikan dan kebudayaan sesuai dengan pasal 798 pada Permendikbud No. 11 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan bahwa Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan (PDSPK) mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan statistik pendidikan dan kebudayaan.
Dalam melaksanakan pengelolaan data, PDSPK memiliki fungsi diantaranya melaksakan validasi dan integrasi data pendidikan dan kebudayaan seperti data sekolah, siswa, guru, kelas, dan ruang kelas, warisan budaya benda maupun tak benda. Untuk menjamin validitas data maka dibuat sistem informasi verifikasi dan validasi data diantaranya aplikasi Verifikasi dan Validasi data Guru dan Tenaga Kependidikan (Verval GTK).
Aplikasi Verval GTK ini melibatkan operator sekolah, operator daerah dan operator pusat serta dalam aplikasi ini selain untuk melakukan verifikasi dan validasi data GTK juga untuk memproses pengajuan, penerbitan maupun penonaktifan NUPTK untuk GTK Kemendikbud dan GTK Kemenag.

NUPTK

Pengertian NUPTK
Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) merupakan Nomor Induk bagi seorang Guru atau Tenaga Kependidikan (GTK). NUPTK diberikan kepada seluruh GTK baik PNS maupun Non-PNS yang memenuhi persyaratan dan ketentuan sesuai dengan surat Direktur Jenderal GTK sebagai Nomor Identitas yang resmi untuk keperluan identifikasi dalam berbagai pelaksanaan program dan kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan dalam rangka peningkatan mutu guru dan tenaga kependidikan.
NUPTK terdiri dari 16 angka yang bersifat unik dan tetap. NUPTK yang dimiliki seorang GTK tidak akan berubah meskipun yang bersangkutan telah berpindah tempat mengajar, perubahan riwayat status kepegawaian dan atau terjadi perubahan data lainnya.
GTK dapat memiliki NUPTK dengan cara memastikan data yang bersangkutan telah di-input dengan lengkap, benar dan valid dalam aplikasi Dapodikdasmen atau dapodikpauddikmas sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. Setelah melalui proses verifikasi dan validasi (verval) GTK oleh Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan – Kemendikbud, bagi GTK yang memang belum memiliki NUPTK akan diusulkan ke sekolah induk GTK secara sistem untuk dilengkapi dokumen-dokumen yang sesuai persyaratan untuk dikirim ke Dinas Pendidikan Kab/Kota setempat melalui sistem Aplikasi Verval GTK untuk di verifikasi, setelah lolos verifikasi oleh Disdik selanjutnya secara sistem akan diverifikasi oleh Ditjen GTK dan bila selanjutnya dinyatakan lulus verifikasi maka PDSPK akan menerbitkan NUPTK bagi GTK tersebut.

Syarat dan Ketentuan NUPTK

Untuk memperoleh NUPTK bagi guru dan tenaga kependidikan baik sekolah formal maupun non-formal, maka pastikan data GTK yang di-input oleh operator sekolah harus lengkap, benar dan valid agar proses penerbitan NUPTK bagi GTK yang memenuhi persyaratan dan ketentuan yang dikeluarkan oleh Dirjen GTK dapat dilakukan dengan baik dan cepat. Berikut Syarat dan Ketentuan Penerbitan dan Penonaktifan NUPTK :

Mekanisme NUPTK

Dalam proses penerbitan/penonaktifan NUPTK para GTK dapat mengetahui dan memantau progres dari proses penerbitan/penonaktifan NUPTK yang dilakukan di setiap simpul operator (Sekolah, Disdik, Ditjen GTK, dan PDSPK) maka dapat ditelusuri berdasarkan mekanisme yang sudah disepakati baik di lingkungan Kemendikbud, Dinas Pendidikan, maupun Sekolah. Berikut mekanisme penerbitan/penonaktifan NUPTK:

Status NUPTK
Status NUPTK bagi seorang GTK Kemendikbud/Kemenag dapat ditelusuri berdasarkan nomor NUPTK. Arsip NUPTK yang ditampilkan ini merupakan hasil rekonsiliasi data NUPTK terbitan sistem NUPTK generasi-generasi sebelumnya dengan sistem NUPTK generasi PADAMU NEGERI. Untuk menelusuri status NUPTK anda, silakan isi nomor NUPTK pada kolom tersedia. 

Contoh :


Masukan NUPTK Anda pada kolom cari klik search


Perhatikan apakah NUPTK AKTIF?

 

Data GTK

Berikut adalah tampilan data-data GTK yang bersumber dari DAPODIK yang dikelola oleh PDSPK dalam beberapa semester. Anda dapat mengetahui dan menelusuri kondisi dan keberadaan data GTK yang ingin diketahui. Untuk menelusuri data GTK anda.
Home

Prakata

Dashboard Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) menampilkan data agregat total data PTK yang bersumber dari Data Pokok Pendidikan (DAPODIK). DAPODIK merupakan sistem pendataan pendidikan online untuk pengelolaan data pendidikan nasional yang meliputi satuan pendidikan, peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan yang dilakukan oleh unit utama (PAUDNI, DIKDAS, DIKMEN, dsb).
Data agregat PTK ditampilkan dalam bentuk grafik dan tabel sebagai data detailnya yang dirangkum berdasarkan wilayah (nasional, provinsi, kabupaten/kota). Besar harapan kami, dengan dibangunnya Dashboard PTK ini dapat memberikan gambaran umum keadaan data PTK.

Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
Kualifikasi akademik yang dimaksudkan di atas adalah tingkat pendidikan minimal yang harus dipenuhi oleh seorang pendidik yang dibuktikan dengan ijazah dan/atau sertifikat keahlian yang relevan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Kompetensi sebagai agen pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah serta pendidikan anak usia dini meliputi: * Kompetensi pedagogik; * Kompetensi kepribadian; * Kompetensi profesional; dan * Kompetensi sosial.
Pendidik meliputi pendidik pada TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SDLB/SMPLB/SMALB, SMK/MAK, satuan pendidikan Paket A, Paket B dan Paket C, dan pendidik pada lembaga kursus dan pelatihan.
Tenaga kependidikan meliputi kepala sekolah/madrasah, pengawas satuan pendidikan, tenaga administrasi, tenaga perpustakaan, tenaga laboratorium, teknisi, pengelola kelompok belajar, pamong belajar, dan tenaga kebersihan.

Statistik

-         Menurut Jenis Kelamin.

-         Menurut Usia

-         Menurut Agama

-         Menurut Pangkat Golongan

-         Menurut Jabatan

-         Menurut Sekolah Induk

-         Proyeksi Pensiun

Sebaran

Untuk meihat apakah anda benar terdaftar pada Satuan Pendidikan maka ikuti langkah berikut :

-         Klik sebaran

-         Pilih Propinsi

-         Pilih Kabupaten

-         Pilih Bentuk Pendidikan

-         Klik Tampil

-         Cari Sekolah anda

-         Klik Lihat

-         Cari Nama Anda (Apakah Sudah sesuai mata pelajarannya?kalau belum hubungi operator sekolah)

 


F A Q

Tanya (1):
Sesuai surat edaran yang dikeluarkan oleh Sekjen Kemdikbud No. 029/A/LL/2016 tanggal 7 Januari 2016, tentang Penunjukan Penanggungjawab Pengelolaan Verval Data GTK dan NUPTK, apabila pengelola verval GTK sudah terdaftar, haruskah mendaftar kembali di www.sdm.data.kemdikbud.go.id ?
Jawab :
Operator sekolah dan operator Dinas Pendidikan Kab/Kota yang sudah terdaftar di www.sdm.data.kemdikbud.go.id tidak perlu melakukan registrasi ulang agar dapat melakukan operasional vervalGTK, namun bila oleh pimpinan ditunjuk operator yang lain untuk operasional vervalGTK maka operator yang ditunjuk harus registrasi baru dengan melampirkan SK Penugasan pengelolaan vervalGTK.
Tanya (2):
Kenapa upload dokumen dan Pasfoto GTK tidak bisa masuk?
Jawab :
Dokumen hasil scan harus berformat JPG/PNG dengan ukuran file kurang dari 1 MB. Sedangkan Pasfoto GTK berformat JPG/PNG dengan ukuran file kurang dari 200 KB.
Tanya (3) :
Bagaimana proses pengajuan NUPTK?
Jawab :
Dalam proses pengajuan NUPTK, operator sekolah tidak lagi mengajukan NUPTK untuk setiap GTK. Operator sekolah cukup melihat daftar Calon Penerima NUPTK melalui Aplikasi VervalGTK. Selanjutnya operator sekolah melampirkan scan dokumen asli (stempel basah) yang menjadi persyaratan penerbitan NUPTK. Persyaratan yang dikirim oleh operator sekolah akan diverifikasi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota/Ditjend GTK. Setelah lolos verifikasi dokumen persyaratan, PDSPK menerbitkan NUPTK. Operator sekolah dapat melihat sejauh mana proses pengajuan NUPTK melalui aplikasi VervalGTK di status pengajuan.
Tanya(4) :
Sekarang penerbitan NUPTK oleh PDSPK, apa saja syarat-syarat untuk pengajuan NUPTK?
Jawab :
Syarat pengajuan NUPTK mengacu surat edaran yang dikeluarkan oleh Dirjend GTK No. 14652/B.B2/PR/2016 tanggal 28 Desember 2016 tentang Penerbitan NUPTK bagi Guru dan Tenaga Kependidikan pada satuan pendidikan formal dan non formal di Tahun 2016. Adapun syarat dan ketentuan penerbitan NUPTK bagi Guru dan Tenaga Kependidikan selengkapnya dapat dilihat pada Mekanisme, Syarat dan Ketentuan Penerbitan/Penonaktifan NUPTK website dengan alamat: http://gtk.data.kemdikbud.go.id.
Tanya (5) :
Bagaimana penerbitan NUPTK bagi yang non PNS?
Jawab :
Syarat pengajuan NUPTK mengacu surat edaran yang dikeluarkan oleh Dirjend GTK No. 14652/B.B2/PR/2016 tanggal 28 Desember 2016 tentang Penerbitan NUPTK bagi Guru dan Tenaga Kependidikan pada satuan pendidikan formal dan non formal di Tahun 2016. Adapun syarat dan ketentuan penerbitan NUPTK bagi Guru dan Tenaga Kependidikan selengkapnya dapat dilihat pada Mekanisme, Syarat dan Ketentuan Penerbitan/Penonaktifan NUPTK website dengan alamat: http://gtk.data.kemdikbud.go.id.
Tanya (6) :
Bagaimana cara verval GTK?
Jawab :
Verval GTK hanya dapat dilakukan oleh Operator Sekolah, operator Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, dan operator Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan. Selengkapnya, cara verval GTK dapat dilihat di Panduan Aplikasi Verval GTK.
Tanya (7) :
Bagaimana cara memperbaiki data GTK yang tanggal lahirnya salah, sedangkan di dapodik sudah terkunci?
Jawab :
Perbaikan data GTK (nama, tempat lahir, tanggal lahir, ibu kandung, NIK, dan jenis kelamin) dapat dilakukan melalui Aplikasi Verval GTK. Pengajuan perubahan data GTK hanya dapat dilakukan oleh operator sekolah.
Tanya (8) :
Untuk verval GTK dilakukan oleh operator sekolah atau operator Dinas?
Jawab :
Verval GTK dapat dilakukan oleh Operator Sekolah maupun Operator Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dengan hak akses yang berbeda.
Tanya (9) :
PADAMU kan udah ditutup, lalu yang jadi pertanyaan - Untuk GTK Non PNS, bagaimana cara register agar terdaftar menjadi GTK resmi Kemdikbud. Apakah cukup hanya mengandalkan DAPODIK?
Jawab :
Ya, oleh karena itu operator sekolah harus meng-entri-kan data PTK di Dapodik dengan benar, lengkap dan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.
Tanya (10) :
Untuk GTK gimana nih? Kapan bisa dengan mudah dapat NUPTK, terus NUPTK yg sudah di keluarkan oleh PADAMUNEGERI gimana statusnya di PDSPK?
Jawab :
Data hasil penjaringan yang dilakukan oleh Aplikasi PADAMUNEGERI, oleh Ditjen GTK sudah dilakukan rekonsiliasi data antara data GTK di DAPODIK dan data GTK di PADAMUNEGERI. Hasil dari rekonsiliasi data tersebut menjadi data arsip GTK di PDSPK.
Tanya (11) :
Bagaimana cara penonaktifan NUPTK?
Jawab :
Penonaktifan NUPTK dilakukan atas permintaan GTK yang bersangkutan. GTK mengajukan penonaktifan NUPTK ke Sekolah. Sekolah membuat Surat Keterangan Penonaktifan NUPTK atas persetujuan Kepala Sekolah. Selanjutnya, Sekolah megirimkan Surat Keterangan Penonaktifan NUPTK ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan diteruskan ke PDSPK. Mekanisme Penonaktifan NUPTK Kependidikan selengkapnya dapat dilihat pada Mekanisme, Syarat dan Ketentuan Penerbitan/Penonaktifan NUPTK website dengan alamat: http://gtk.data.kemdikbud.go.id.